Mempertanyakan semangat Nasionalisme Pemuda Hari ini

Sumpah pemuda yang jatuh pada 28 oktober, adalah bukti bahwa pemuda mempunyai peranan penting dalam bangssa, kita bisa melihat fakta sejarah dimana sederetan nama pemuda Indonesia yang turut andil dalam memerdekakan Indonesia dengan semangat nasionalisme anti-kolonial pada saat itu. pemuda hari ini berdiri di atas keringat dan darah yang mengucur akibat perlawanan terhadap kolonialisme dimasa silam. Lantas, apakah pemuda hari ini memiliki semangat yang sama ? sebuah pertanyaan yang mungkin bagi sebagian orang sangat kontradiktif, karena mungkin dianggap tidak relevan lagi pemuda melawan kolonialisme, mungkin pemuda hari ini mengatakan “kita sudah merdeka, saatnya menikmati kemerdekaan itu”. Yah memang betul kita sudah tidak melawan penjajahan bangsa asing(Kolonialisme), tapi apakah hanya itu bentuk penjajahan ? tidak, masih banyak beentuk-bentuk penjajahaan lainnya.
Bila kita berkaca di eropa, kapitalisme sebutannya, tapi untuk negeri dunia ketiga seperti Indonesia, imperialisme namanya, yah begitu sebutannya bagi korporasi multi-nasional yang kemudian menanamkan modal di Indonesia, dengan dalih membantu mensejahterakan rakyatt Indonesia, lantas sejak di bukanya system pasar bebas 1967 lalu sampai hari ini, apakkah rakyat Indonesia sudah sejahtera ? apakah pelayanan pemerintah sudah merata ? tidak…
Kembali ke semangat nasionalisme yang di usung pemuda pada masa lampau,semangat yang Nampak pada saat itu adalah bukan “proyek” yang hanya berlaku pada saat itu pula, tapi sejatinya sampai saat ini dan akan dating, adalah sebuah “mega proyek” pemersatu bangsa dan semangat mengusir segala bentuk penindasan dari dalam dan dari luar terhadap bangsa Indonesia. Tetapi yabbg terjadi, pemuda hari ini, Bukannya malah sibuk mengatur strategi guna melawan imperialismme dan liberalisme, malah sibuk mengatur strategi pemenangannya di “COC”, bukannya malah sibuk mengkonsolidasikan nawa cita bangsa, tapi malah sibuk mengkonsolidasikan siapa lagi artis yang sedang popular saat ini. Bukannya malah sibuk mempersiapkan diri menghadapi MEA, tapi malah sibuk nongkrong di tempat-tempat hiburan, Pernahkah kita mempertanyakan berapa upah yang di berikan perusahaan-perusahaan penyedia jasa dan barang itu kepada buruhnya ? apakah sudah sesuai dengan UMP ? pernahkah kita mempertanyakan berapa gaji yang di berikan dosen kita ? apakah sesuai dengan jerih payahnya mencari ilmu yang dia dapatkan ? mungkin tepat yang dikatakan baudrilard, bahwa hari ini kepala kita di comot habis-habisan dengan berbagai bentuk iklan yang ditawarkkan kapitalis. Sementara bangsa kita tidak dalam keadaan baik-baik saja.
Seharusnya pemuda hari ini malu dengan kondisinya, sekali lagi kita berdiri di atas keringat dan darah pemuda-pemuda di masa lampau yang mengusung semangat nasionalisme. Negara ini hadir karena pemuda yang berjuang pula, harusnya sebagian dari contoh-contoh pemuda di atas malu hidup di negara ini. Bukankah negara ini juga merdeka karena pemuda yang berjuang di masa lampau. Mungkin agat tepat bila bela negara adalah solusi alternative kebobrokan moral pemuda hari ini.
“Bung Djin”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *